Hal-hal Yang Menyebabkan Cemas Terhadap Masa Depan
Ditulis oleh pesong di/pada November 27, 2008
Kebanyakan orang-terutama mereka yang hampir dan baru saja menyelesaikan masa studinya, para pencari kerja, atau mereka yang tengah mengalami krisis ekonomi-hidup dalam bayang-bayang kecemasan terhadap masa depan. Bahkan, kecemasan itu acapkali merampas kenikmatan dan kenyamanan hidupnya, serta membuat mereka selalu gelisah dan tak bisa tidur lelap sepanjang malam.
Ada beberapa hal yang selalu menyebabkan situasi tersebut terjadi. Diantaranya;
- Lemahnya keimanan dan kepercayaan mereka terhadap Allah S.W.T
- Kurangnya tawakal mereka terhadap Allah
- Terlalu sering memikirkan kejayaan masa depannya dan apa yang akan terjadi kelak dengan pola pikir dan cara pandang yang negatif terhadap dunia dan seisinya
- Rendahnya pemahaman mereka tentang tujuan dari penciptaan mereka
- Selalu bergantung pada diri sendiri dan sesama manusia dalam urusan rezeki, sehingga lupa menggantungkan hidup kepada Allah, Tuhan yang telah menciptakan dan memberinya rezeki
- Mudah terpengaruh oleh bisikan ketamakan, keserakahan, ambisi yang berlebih-lebihan terhadap dunia
- Meyakini bahwa rezeki itu berada di tangan manusia sesamanya; yakni, mereka bisa menimpakan celaka dan membuat bahagia dirinya
- Konsepsi mereka bahwa, rezeki itu ditentukan oleh tingkat pendidikan dan ijazah seseorang. Artinya, bila seseorang berijazah tinggi, setinggi itu pula rezekinya
- Keyakinan bahwa manusia tidak bisa hidup bahagia dan sejahtera tanpa adanya pekerjaan yang cocok.
Selain itu, sering pula disebabkan oleh dugaan dan perasaan sementara orang bahwa, kejayaannya telah berlalu, namun standar hidup terus mengalami kenaikan, dan gaya serta kebutuhan hidup pun selalu menuntutnya agar tetap berada pada standar kehidupan tertentu dan tidak kehilangan apa pun dari kemakmuran yang telah diraihnya.
Pertentangan semacam ini seringkali menimbulkan tekanan jiwa yang membuat seseorang merasa takut, cemas, dan juga sakit. Yakni, dikarenakan terlalu banyak memikirkan masa depan dan menahan beban dari tuntutan-tuntutan yang merisaukan tersebut.
Inilah beberapa pemikiran dan konsepsi yang salah tentang kehidupan dan sekaligus mencerminkan kekacauan pikir dan akidah seseorang. Karenanya, tak mengherankan bila hal itu akhirnya membuahkan suatu kegelisahan, keputusasaan, gagalnya sebuah harapan.
Selamat membaca, semoga bermanfaat





